Sunday, January 6, 2019

Contoh Proposal Tani ternak Domba Garut


Contoh Proposal Tani Ternak Domba Garut


Nomor             : 001/ A/ KLP-TN-CFG/ XI/ 2018                
Lampiran         : 1 Berkas
Perihal             : Permohonan Bantuan Dana
                            Bantuan Pengembangan Usaha Ternak Domba Garut

Kepada
Yth. Kepala Baznas Kabupaten Garut
di
     Tempat

Mudah-mudahan Bapak beserta keluarga, staf dan karyawan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Selanjutnya, bersama ini kami sampaikan dengan hormat proposal bantuan modal usaha untuk pengembangan usaha Ternak Domba yang tergabung dalam kelompok Tani Ternak “CENG FULL GROUP”.
Adapun kebutuhan Modal usaha keseluruhan sebesar  30.000.000,-(Tiga Puluh Juta Rupiah) dengan rincian terlampir dalam proposal.
Mengingat besarnya kebutuhan alokasi dana yang diperlukan, maka kami berharap bantuan dari pihak pemerintah untuk memberikan bantuan modal usaha yang insya Allah sejalan dengan  apa yang diprogramkan pemerintah terkait dengan pengembangan pemuda peKelurahanan dan terciptanya jutaan lapangan kerja.
Akhirnya, dengan kerendahan hati kami memohon kepada yang terhormat bapak Gubernur Jawa Barat dapat mempertimbangkan sekaligus mengabulkan permohonan ini. Atas perhatian dan terkabulnya, kami haturkan terima kasih jaazakallah ahsanal jaaza.


            Garut,   November 2018
Sekretaris






Heri Burhanuddin


Ketua Kelompok






Wa Aceng Beton






BAB I
PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang
Kelurahan Sukajaya merupakan daerah yang berada di Kecamatan Tarogong Kidul. Kelurahan ini memiliki banyak potensi sumber daya alam yang cukup melimpah. Lokasinya yang berada di sekitar Kecamatan Tarogong Kidul membuat sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Namun sejalan dengan perubahan zaman dan kultur masyarakat banyak generasi muda yang lebih berorientasi bekerja ke perkotaan. Sehingga potensi yang ada di daerah tidak tergarap termasuk dalam bidang peternakan sehingga pendapatan masyarakat pun kurang mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang masih berada dibawah garis kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan, baik secara finansial, IPTEK, dan infrastruktur. Selain itu potensi pertanian dan peternakan juga masih dilakukan secara tradisional. Hal ini menyebabkan kurangya hasil produksi  pertanian dan peternakan.
Untuk mengatasi hal tersebut maka kami selaku generasi muda asli daerah berinisiatif untuk melakukan perubahan mulai dari yang terkecil, yaitu di lingkungan peKelurahanan. Usaha yang dilakukan yaitu pembentukan suatu wadah untuk menyatukan dan mengikat generasi muda yang ada di Kelurahan Sukajaya agar bisa berkontribusi dalam pembangunan. Wadah tersebut diberi nama Kelompok Ternak Cerdas Bangsa. Kelompok ini bergerak dalam bidang usaha Peternakan domba dengan usaha pokok sistem pembesaran, dan budidaya sebagai penunjang. Ada beberapa alasan pemilihan  usaha ternak domba ini, diantaranya :
¨Usaha DOMBA relatif tidak terkena dampak krisis ekonomi
¨  Harga daging DOMBA tidak pernah turun bahkan cenderung meningkat.
¨  Pakan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia dan bukan produk import
¨  Segmen pasar sangat terbuka dan potensial bagi perdagangan domba.
Saat ini permintaan daging domba sangat tinggi, baik di pasar lokal, interlokal dan nasional. Untuk memenuhi kebutuhan domba pada hari raya Idul Adha saja Indonesia masih kekurangan setiap tahunya. Belum lagi permintaan pasar di hari-hari biasa seperti kebutuhan untuk aqiqah, restoran dan warung sate. Bahkan permintaan pasar Internasional memiliki peluang besar khususnya permintaan dari negara-negara timur tengah.
Dewasa ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun memiliki program dalam pengembangan ternak domba khususnya jenis domba Priangan (domba Garut) yang merupakan komoditas unggulan Provinsi Jawa Barat. Domba ini sudah memiliki hak paten Internasional sehingga perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Bapak Gubernur Jawa Barat pun berharap Jawa Barat dapat menjadi Lumbung Domba dan penyedia bibit Nasional. Serta menjadi pengeksport domba dengan target 10.000 ekor pertahun. Dengan adanya peluang-peluang diatas maka kami berusaha merespon dan  ikut serta dalam membantu program pemerintah tersebut. Selain itu peluang bisnis domba dapat dijadikan sebagai alat untuk memberdayakan generasi muda khususnya yang ada didaerah.

1.2.     Tujuan
Adapun Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah :
1.      Pemberdayaan Pemuda dan masyarakat dalam bidang peternakan domba.
2.      Menggali potensi SDM dan SDA yang ada di daerah dalam upaya membumikan kearifan     
          lokal (local wisdom)
3.      Menjalin persaudaraan pemuda khususnya Pemuda Kelurahan Sukajaya.
4.      Ikut serta dalam merespon program pemerintah untuk mengembangkan dan menambah
        populasi domba Priangan (Domba Garut).
5.     Membentuk insan muda yang kreatif, inovatif, mandiri dan berkarakter religius Islami.
1.3.     Lokasi
Tempat yang digunakan untuk produksi domba berlokasi di Kp. Pasir seah RT/ 002 RW/ 0012 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kab. Garut Provinsi Jawa Barat. Pertimbangan pemilihan lokasi tersebut diantaranya :
1.      Tersedianya lahan strategis untuk kandang domba seluas 1340 m2.
2.      Tersedinya pakan alami/ limbah pertanian yang cukup untuk ternak domba.
3.      Akses jalan mudah di jangkau.
4.      Jarak tempuh ke Pasar Domba (lokal) dekat/ Pasar Domba .
5.      Usaha yang dijalani tidak bertentangan dengan kondisi masyarakat sekitar.
6.      Lokasi peternakan cukup jauh dari permukiman penduduk sehingga tdak mengganggu
         sanitasi.













BAB II
PROFIL ORGANISASI

2.1.            Profil Kelompok
KUB CENG FULL GROUP memiliki Visi “Membentuk generasi Muda yang Cerdas, Berkarakter Islami dan Mandiri”. Dengan misi “Pemberdayaan pemuda dan masyarakat agar lebih maju dan kompetitif”.  Adapun profil kelompok adalah sebagai berikut :
Kelompok  Ternak      : KUB CENG FULL GROUP
Alamat                        : Kp.Pasir Seah, Kelurahan Sukajaya
  Kec. Tarogong Kidul 44151 Kabupaten Garut
                                      Jawa Barat
Kelas kelompok          : Tani Ternak
Nama Ketua                : Wa Aceng Beton
Jumlah Anggota         : 5 Orang
Usaha Pokok              : Peternakan Domba
Telp.                            :     08082318602265

2.2.            Pengelola Kelompok
Ketua                            : Wa Aceng Beton
Sekretaris                    : Heri Burhanuddin
Bendahara                   : Amas Burhanuddin
Marketing                    : Rofi Rofiansyah
Produksi                      : Cecep Hilman, SE.











BAB III
POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN DAERAH

3.1.       Potensi Sumber Daya Manusia
Kelompok CENG FULL GROUP sebagian besar anggotanya adalah peternak. Ditinjau dari tingkat pendidikan anggota kelompok merupakan tamatan SD, SMP, SMA, dan Sarjana.  Di Kelurahan Sukajaya banyak pemuda yang masih belum memiliki pekerjaan tetap sehingga perlu diberdayakan dan digali potensinya agar mampu mandiri dan mempunyai penghasilan.

3.2.       Potensi Daerah
1.    Letak Kelurahan
Secara administrative, Pemerintahan Kelurahan Sukajaya termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Secara Geografis terletak di sebelah Barat Kabupaten Garut . Dengan batas-batas sebagai berikut :
1.  Sebelah Utara      : Kelurahan Mekargalih
2.  Sebelah Timur      : Kelurahan Jayawaras
3.  Sebelah Selatan    : Kelurahan Kersamenak
4.  Sebelah Barat       : Desa Cintarakyat

Dan posisi terhadap pusat pemerintahan :
a.         Jarak ke ibu kota kecamatan      : +      3  Km
b.        Jarak ke ibu kota kabupaten      : +     20 Km
c.         Jarak ke ibu kota Provinsi          : +     86 Km
d.        Jarak ke ibu kota Negara           : +   210 Km

Akses jalan menuju pusat lokasi kegiatan (dalam hal ini sekretariat kelompok) cukup bagus (beraspal) dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari kota Kecamatan Tarogong Kidul.
2.        Potensi Alam
Berdasarkan hasil pengamatan kami, kampung Pasir Seah Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul merupakan daerah  yang memiliki  potensi besar untuk pengembangan usaha ternak terutama domba/kambing, disamping itu kami juga memiliki potensi yang bagus untuk mengembangkan kegiatan ini, diantaranya :
1.         Tersedianya lahan 1340 M2  yang cukup untuk pembuatan kandang.
2.         Tersedianya lahan/tanah untuk tanaman rumput..
3.         Tersedinya pakan alami / limbah pertanian yang cukup untuk ternak.
4.         Tersedianya air sebagai pendukung produksi (minum dan mandi ternak domba).
5.         Akses jalan mudah di jangkau.
6.         Jarak tempuh ke Pasar Domba (lokal) dekat/ Pasar Domba yang berlokasi di Pasar Ciawi


BAB VI
PENGELOLAAN & PRODUKSI


4.1.         Sasaran
Sasaran utama usaha ini yaitu peternakan domba Priangan dengan sistem Pembesaran, dan sistem budidaya sebagai usaha penunjang. Selain domba Garut kami juga tidak menutup kemungkinan mengelola domba lainya seperti domba kacang, dan domba ekor gemuk (gibas). Target  yang akan di capai adalah ikut serta dalam memenuhi kebutuhan pasar domba baik lokal, interlokal maupun nasional.
Adapun pangsa pasar yang kami bidik adalah pasar tahunan yaitu kebutuhan hewan kurban. Sedangkan pada hari-hari biasa kami berusaha memenuhi kebutuhan daging domba untuk konsumsi masyarakat seperti restoran dan warung sate serta domba untuk kebutuhan aqiqah. Wilayah pemasaran yang akan digeluti meliputi wilayah Kota/ Kabupaten Garut, daerah priangan timur, kota dan kabupaten yang ada di provinsi Jawa Barat, dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa serta tingkat nasional. Bahkan kami berharap dimasa yang akan datang mampu menjadi salah satu pemasok kebutuhan domba untuk memenuhi eksport, seperti yang diharapkan oleh bapak gubernur Provinsi Jawa Barat


4.2.         Sarana dan Prasarana Kelompok
Adapun sarana dan parasarana serta potensi yang kami miliki adalah sebagai berikut :
1.    Para pemuda memiliki semangat untuk mandiri, ulet dan pekerja keras.
2.    Adanya Sumber Daya Manusia yang menguasai usaha peternakan domba
3.    Lahan strategis yang dapat digunakan sebagai lahan peternakan domba.
4.    Tersedianya pakan hijauan yang cukup melimpah serta pakan  konsentrat.
5.    Akses jalan sangat mudah karena lokasi, tepat berada di pinggir jalan.


4.3.         Produksi.
Tujuan umum pemilihan Domba sebagai usaha peternakan adalah mengembangkan usaha peternakan domba dalam upaya pemberdayaan pemuda dan masyarakat sekitar dalam upaya akselarasi dan aktualisasi  pertumbuhan ekonomi daerah. Adapun tujuan yang lebih khusus dalam kegiatan usaha ini adalah sebagai berikut  :
1.        Meningkatkan jumlah populasi domba di Kabupaten Garut dan Sekitarnya.
2.        Memenuhi kebutuhan daging domba lokal, interlokal dan nasional. Dengan target awal
           memenuhi kebutuhan daging di Kab/Kota Garut.
3.        Mengembangkan kawasan ternak domba sebagai sentra produksi domba  di Kabupaten
           Garut dan sekitarnya.
4.        Membuka lapangan kerja sehingga dapat membantu pengentasan pengangguran.
5.        Ikut serta dalam program pemerintah dalam pengembangan dan budidaya komoditi
            unggulan domba Priangan provonsi Jawa Barat

4.4.         Faktor Pendukung Keberhasilan Usaha
Adapun faktor pendukung dalam usaha peternakan domba ini adalah sebagai berikut :
1.      Tersedianya lahan produktif  untuk dijadikan lokasi peternakan domba.
2.      Keberadaan peternak tidak bertentangan dengan masyarakat sekitar
3.      Adanya dana stimultan dari pemerintah melalui program Pemberdayaan.
4.      Peluang usaha ternak domba sangat besar bahkan cenderung meningkat.
5.      Usaha dilaksanakan oleh para pemuda yang memiliki semangat untuk mandiri.

4.5.         Rencana Produksi
Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam usaha peternakan domba ini diantaranya adalah perencanaan produksi yang merupakan hal terpenting dalam usaha ini. Adapun rencana produksi yang kami susun adalah sebagai berikut:
1.    Jenis Domba
Jenis domba yang kami kelola dalam usaha pembesaran dan budidaya adalah domba garut,
2.    Pemberian Vitamin, Obat Cacing dan Anti biotic
Pemberian vitamin bertujuan untuk mengurangi stres akibat perjalanan, mencegah kekurangan vitamin, meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses kesembuhan dari infeksi. Pemberian obat cacing bertujuan untuk memberantas cacing yang berada dalam saluran pencernaan. Dan pemberian antibiotik bertujuan untuk mengobati penyakit seperti Septisemia epizootika, Pneumonia, Antraks, Enteritis, Infeksi bakteri pada sistem saluran urinary, dan sebagainya. Dosis dan cara pemakaian kami akan mengikuti petunjuk yang tertera dalam petunjuknya dan sesuai dengan pengetahuan yang telah kami dapatkan.

3.    Pencukuran rambut/ bulu dan Pemotongan Kuku
Domba merupakan hewan yang memiliki nilai jual sehingga perlu dirawat dan diperhatikan. Yaitu dengan cara pencukuran bulu  yang bertujuan untuk memberantas kutu domba, mengurangi stres panas dan memperbaiki penampilan domba. Jika dibutuhkan kuku domba yang terlalu panjang harus dipotong agar tidak mengganggu ternak saat makan dan berjalan.

4.    Pemberian Pakan dan Air Minum
Pemberian pakan hijauan dan air minum dilakukan setiap hari yaitu di pagi hari, siang hari, dan sore hari. Selain itu diberijuga makanan tambahan (konsentrat) seperti dedak padi, ampas tahu dan lain-lain.
5.    Kebersihan  Kandang
Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan domba adalah kebersihan kandang. Oleh karena itu harus senantiasa dijaga dan dibersihkan minimalnya satu minggu sekali agar sirkulasi udara disekitar kandang tetap bersih.
6.    Recording (Pencatatan)
Recording adalah mencatat segala kegiatan yang berhubungan dengan produksi, menganalisa, menyimpulkan dan mengambil kebijakan produksi. Recording merupakan dasar pengambilan kebijakan dan penentuan strategi produksi. Hal-hal yang dicatat adalah sebagai berikut
1.        Jumlah ternak berdasarkan jenisnya.
2.        Bobot masuk, lama dipelihara dan ADG ternak.
3.        Rataan biaya pakan per ekor per hari selama satu bulan.
4.        Angka kematian dan potong darurat.
5.        Biaya obat-obatan.
6.        Penjualan baik jumlah maupun jenisnya
7.        Penelitian dalam bidang produksi ternak.
8.        Pencegahan Penyakit








BAB V
RENCANA  PENGGUNAAN BANTUAN

Rencana Penggunaan Bantuan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

No
Uraian
Vol

Satuan
Harga Satuan (Rp)
Total (Rp)
1
Bibit Domba Betina
2
Ekor
 3.000.000,-
 6.000.000,-
2
Bibit Domba Jantan
1
Ekor
 4.000.000,
 4.000.000,-
3
Domba Petet Jantan
5
Ekor
 2.000.000,
 10.000.000,-
4
Domba Petet Betina
5
Ekor
 2000.000,-
 10.000.000,-


JUMLAH TOTAL
30.000.000,-

Jumlah Rencana Penggunaan Bantuan usaha Ternak domba kami sebesar :
 30.000.000 (terbilang:  Tiga Puluh Juta Rupiah)
Garut,   November 2018
Sekretaris






Heri Burhanuddin


Ketua Kelompok






Wa Aceng Beton













BAB VI
PENUTUP


            Demikian proposal permohonan bantuan modal usaha pengembangan Usaha Kelompok ternak domba Ceng Full Group, Kampung Pasir Seah Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan proposal ini bisa menjadi bahan pertimbangan demi tercapainya tujuan usaha ini, besar harapan kami permohonan ini dapat terwujud. Atas perhatian dan terkabulnya proposal ini, kami haturkan terima kasih.




            Garut,   November 2018
Sekretaris






Heri Burhanuddin


Ketua Kelompok






Wa Aceng Beton




    

macam-macam tes psikologi


Pada Postingan kali ini saya akan membagikan macam-macam tes psikologi 



Macam-Macam Tes psikologi


Tes Intelegensi
Tes intelegensi adalah suatu tes intelegensi yang terdiri atas dua seri dengan kesulitan bertingkat yang telah dilakukan pada suatu sampel yang representatif. 
Ada dua jenis tes intelegensi :

1.  Psycometric intrument yaitu tes-tes yang mengkualifikasikan atribut-atribut psikologi, seperti kepribadian dan kemampuan intelektual.
2.  Intelegence test adalah alat ukur yang didesign untuk mengumpulkan data tingkat kemampuan kognitif individu untuk membandingkan orang-orang yang ada di populasinya.

Macam-Macam Test

1.  IST
Fungsi dan Tujuan:
Menggambarkan pola kerja tertentu
Memahami diri dan pengembangan pribadi
Merencanakan pendidikan dan karir
Membantu pengambilan keputusan dalam hidup individu
Subtes-subtes dalam IST
§  SE :Melengkapi kalimat
§  WA : kalimat
§  AN : Persamaan kata
§  GE :Sifat yang dimiliki bersama
§  RA : Berhitung
§  ZR :Deret angka
§  FA : bentuk
§  WU : Latihan balok
ME : Latihan simbol

CFIT
CFIT mengukur Intelegensi individu dalam suatu cara yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh percakapan verbal, iklim budaya, tingkat pendidikan (Cattel dalam Kumara, 1989).
Tes ini dipergunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan faktor kemampuan mental umum/kecerdasan.
1.   Skala 1: Usia 4-8 tahun dan orang dengan RM
2.   Skala 2: Usia 8-15 tahun untuk orang Dewasa dengan kecerdasan di bawah normal
3.   Skala 3: Usia >15 tahun untuk usia sekolah lanjut atas dan orang dewasa dengan kecerdasan tinggi

STM
Merupakan salah satu contoh bentuk skala intelegensi yang dapat diberikan secara individual maupun kelompok.

WAIS
WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale-Revised) mengukur 2 aspek kemampuan potensial subyek yaitu aspek verbal dan aspek performance.

WISC
WISC (The Wechsler Intelligence Scale for Children) terdiri dari 2 skala dari 12 subtes yaitu:

Skala Verbal, terdiri dari:
1.   Informasi
2.   Komprehensi
3.   Aritmatik
4.   Kesamaan
5.   Kosakata
6.   Rentang Angka

Skala Performansi, terdiri dari:
1.   Kelengkapan Gambar
2.   Susunan Gambar
3.   Rancangan Blok
4.   Perakitan Objek
5.   Coding (Sandi)
6.   Mazes (Taman Sesat)

Tes kemampuan kerja
Tes kraepelin
Tes Kreapelin merupakan hasil dari ciptaan Emilie Kraepelin dia adalah seorang Psikiater dari Jerman, adapun proses pembuatannya dari tahum 1856-1926. Alat ini dapat tercipta atas dasar pemikiran dari faktor-faktor yang merupakan kekhasan dari sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku.
tujuan dari tes Kraepelin sebenarnya adalah digunakan untuk menentukan seperti apa tipe performance seseorang, misalnya hasil penjualan yang rendah, dapat menggindikasi daya gejala depresi mental.
Selain itu tes Kraepelin juga dapat digunakan untuk mengukur seberapa maximum performance dari seseorang.

Faktor kecepatan (speed factor) dimana dalam faktor kecepatan ini ditunjukan pada beberapa prestasi yang dicapai seseorang atau teste saat mengerjakan tes. Apabila hasil yang diperoleh oleh teste tinggi maka arah karir yang cocok adalah bekerja di bidang perkantoran. Seperti pekerjan yang berhubungan dengan pembuatan jadwal, grafik, dan chart.

Faktor ketelitian (accuracy factor) Faktor ini ditunjukkan pada berapa kesalahan (salah maupun terloncat) yang diperbuat dalam pengerjaan tes. Jika teste mendapatkan jumlah kesalahan sedikit maka teste tersebut dapat dikategorikan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi,adapun arah karir yang cocok untuk katagori ini yaitu bekerja pada bidang manajemen, akutansi, perpajakan, statistika, dan matematika.

Faktor keajegan (rithme factor) faktor keajegan ditunjukkan pada irama kerja seseorang dalam mengerjakan tes. Untuk mengetahui keajegan atau sering disebut dengan kestabilan seseorang maka dengan cara menskor deret tertinggi dikerjakan dikurangi deret terendah yang dikerjakan. Jika hasil yang di peroleh teste tinggi, maka dapa ditentukan arah karir yang cocok yaitu sebagai direktur atau pimpinan perusahaan.

Faktor ketahanan (ausdeur factor) dimana dalam faktor ini dapat ditunjukkan oleh garis ausdaner dalam mengerjakan tes. Menganalisis dari bentuk grafik yang dikerjakan oleh teste tersebut.

 Tes pauli
Aspek kepribadian yang diukur dalam tes Pauli antara lain:
§  Kekuatan kemauan
§  Daya tahan dan keuletan
§  Ketekunan dan konsentrasi
§  Daya penyesuaian
§  Vitalitas/energi (dengan asumsi, energi = prestasi)
§  Kecermatan dan ketelitian
§  Stabilitas emosi
§  Sikap terhadap tugas, sikap dalam menghadapi tantangan, dan cara mengendalikan diri.

Administrasi
Alat dan prosedur pelaksanaan tes: Menyiapkan stopwatch yang siap pakai, menuliskan contoh Pauli di papan tulis, membagikan lembar tes Pauli dengan isian untuk nomor, nama, dan sebagainya terletak di sebelah atas, membagikan pensil (disarankan ada cadangan), intruksi.
skoring

Perlengkapan yang harus disiapkan: Pensil, ballpoint dengan tinta merah, hijau, dan biru (yang ujungnya runcing), kalkulator, penggaris Pauli dan penggaris biasa.

Yang harus diperhatikan pada waktu skoring: Lajur yang dilongkap, jika ada dicoret dengan tinta merah, cek jumlah garis, garis harus berjumlah 20 buah, cek kesalahan, jika ada kesalahan dalam penjumlahan beri tanda “silang” dengan tinta warna merah, cek pembetulan, jika ada beri tanda “+” dengan tinta warna hijau, cek penjumlahan yang terlewat, jika ada beri tanda “<” dengan tinta warna biru.
Tes evaluasi belajar

Fungsi Evaluasi:
1.   Evaluasi sebagai alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pengajaran
2.   Evaluasi sebagai dasar untuk menentukan nilai atau tingkat keberhasilan belajar siswa
3.   Evaluasi sebagai alat untuk memotivasi belajar siswa
4.   Evaluasi sebagai alat untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa
5.   Evaluasi sebagai balikan bagi guru dan sekolah untuk mengembangkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran

Jenis Evaluasi:
1.   Evaluasi penempatan: untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat
2.   Evaluasi psikodiagnostik: untuk mengenal latar belakang siswa yang mengalami kesulitan belajar
3.   Evaluasi formatif: untuk memberikan balikan
4.   Evaluasi sumatif: untuk memberikan nilai kemajuan dan keberhasilan siswa.

Teknik evaluasi

Teknik tes: Individu yang dievaluasi (testee) akan mengalami perlakuan yang sama, dalam hal perintah, bentuk tugas, dan waktu yang diperlukan untuk mengerjakan evaluasi tugas. Sehingga, individu yang dites tersebut akan memiliki skor tertentu yang dapat dijadikan sebagai gambaran atas apa yang telah dievaluasi.

Teknik non tes: Teknik non tes ini bisa digunakan untuk menilai psikomotorik dan afektif dari peserta didik, bukan aspek kognitifnya. Berbagai macam teknik non-tes. Pengamatan atau observasi, skala penilaian dan sikap, interview, studi kasus, angket atau kuesioner portofolio, dokumentasi, riwayat hidup.

TEA GRAFIS
WZT / WARTEGG
Sebuah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda pula sesuai dengan kepribadian seseorang.
Tujuan tes ini untuk mengeksplorasi struktur kepribadian dari fungsi dasarnya (emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol, dan fungsi realita), sejauhmana masalah-masalah yang ada “meluas” dalam diri individu dan melihat abnormalitas manusia

DAM
Tes Menggambar Orang dilaksanakan secara individual. Biasanya digunakan untuk keperluan seleksi, adakalanya tes ini dilaksanakan secara klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan)  dan jika testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit” (dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus.

Peran DAM
§  Industri dan Organisasi: Digunakan sebagai bagian dari tes potensi (psikotes) dalam seleksi karyawan untuk membuat profil kompetensi, maka metode Assesment Center masih dapat digunakan. Tes gambar orang ini akan menjadi pelengkap yang penting dalam memberikan informasi mengenai individu.
§  Militer : seleksi, klinis, diagnosa, dll
§  TK : dapat melihat kesiapan anak untuk sekolah
§  SMA : Penjurusan
§  Kuliah : seleksi, kesesuaian minat dan bakat.
§  Psikolog : Diagnosa gangguan kepribadian > kebutuhan terapi

BAUM
Tes menggambar pohon (The Tree Test/Baum Test) bisa dilaksanakan secara individual maupun klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan) dan jika testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit” (dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus

Peran test BAUM
Metode untuk melihat karakter/kepribadian manusia. Pohon yang dianalogikan sebagai manusia yang tumbuh berkembang memberikan simbol-simbol yang dapat diintepretasikan dan menjadi gambaran individu itu sendiri. Para psikolog di Indonesia masih menggunakan metode ini sebagai salah satu alat bantu untuk membangun profil individu.
  
HOUSE-TREE-PERSON TEST
Tes House Tree Person Drawings (H-T-P) atau tes Gambar Rumah Pohon Orang ini merupakan tes yang dikembangkan oleh John Buck. Ia merasa bahwa kreativitas merepresentasikan karakteristik kepribadian yang disalurkan melalui seni grafis. Buck percaya bahwa dengan gambar, subjek dapat mengeluarkan kesulitan alam bawah sadarnya melalui sketsa dari gambaran proses primer.

Grafologi
Grafologi berasal dari kata graphos yang berarti coretan atau tulisan dan logos yang berarti ilmu. Jadi grafologi adalah ilmu yang mampu menginterpretasikan karakter seseorang melalui tulisannya. Grafologi ini sudah ada sejak zaman kuno.
Tujuan dari tes ini yaitu untuk mengetahui untuk mengungkapkan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisannya. Dengan grafologi kita dapat mengetahui motivasi diri, kestabilan emosi, keadaan mental, minat dan bakat, kecenderungan intelektual bahkan kekuatan dan kelemahan diri.

Dragon test
Tes yang dikembangkan oleh J.D Lammerts Van Beuren-Smith, tes ini dieruntukkan untuk anak-anak.
Matahari          : ayah
Rumah             : ibu
Pohon              : anak
Naga                : kemarahan, oposisi, energi libido,  kekuatan, kehendak, dinamika anak
Kolam              : emosi, perasaan, sensitivitas

Test proyektif
Test Proyektif muncul karena adanya protes terhadap teori atau aliran lama yang kebanyakan bersifat structuralism, behaviorism, yang kebanyakan memandang individu bukan suatu whole tetapi sebagai suatu kumpulan dari berbagai aspek.
Aspek psikologis manusia yang tidak disadari sulit diungkap dalam kondisi wajar (sukar diungkap melalui self report, inventory). Jadi dalam pendekatan proyektif diperlukan instrument khusus yang dapat mengungkap aspek-aspek ketidaksadaran manusia — teknik proyektif ini kemungkinan subjek mau merespon, walaupun teknik proyektif mempunyai arti interpretatif. Teknik ini pendekatannya menyeluruh (global approach).

TAT
Thematic Apperception Test atau yang disingkat menjadi (TAT) adalah sebuah alat bantu untuk mengukur aspek kepribadian individu. Dengan berbagai macam perhitungan, kita bisa mengetahui alat ukur yang digunakan untuk menghitung, bahkan mampu menarik sebuah kesimpulan, dalam menentukan kepribadian dan kognitif seseorang secara umum. Metode dengan menggunakan kartu bergambar seukuran 4 X 6 inchi. Diberikan masing-masing, pria dan wanita, 5 jenis kartu yang berbeda dan 1 kartu kosong.
TAT didasarkan pada teori kebutuhan Murray yang melihat bahwa perilaku manusia didorong oleh motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak zaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.


TEST INVENTORY
PAPI (The Personality Preference Inventory)
PAPI merupakan sebuah alat ukur yang memeriksa gaya kerja yang sangat populer dan digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di lebih 50 negara. PAPI dirancang oleh Dr. Max Martin Kostick di tahun 1960-an. Beliau bekerja di Universitas Boston, Amerika. Tes PAPI pertama kali digunakan oleh konsultan manajemen PA consulting group pada tahun 1966. PA memiliki hak ekskudif untuk memasarkan tester tersebut ke seluruh dunia pada tahun1979, dan banyak perusahaan yang menggunakan dengan lisensi dibawah naungan PA.
Tujuan Tes PAPI
Tes ini merupakan pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan kerja , tes ini berusaha untuk menjelaskan serta menjawab pertanyaan terkait permasalahan kepribadian inheren. Gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan seseorang dalam mengatasi dinamika dalam kelompok, terutama karyawan dalam perusahaan.

NEO-PI-R (NEO-Personality Inventory Revised)
NEO-PI-R adalah sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan cara menggunakan kuisioner yang dirancang untuk mengukur Big Five Traits. Mereka membedakan masing-masing dari kelima dimensi kepribadian tersebut dengan mengembangkan enam facet yang sifatnya lebih spesifik. Setiap facet diukur oleh 8 item, maka NEO-PI-R terdiri dari 240 item (5 faktor x 6 facet x 8 item). Kelebihan dari alat ukur NEO-PI-R yaitu sifatnya yang cross cultural sehingga memudahkan untuk mereplikasi jika terdapat budaya-budaya yang berbeda-beda

Tujuan NEO PI-R
Tujuan tes ini adalah untuk mengukur kecenderungan emosi, hubungan interpersonal, keterbukaan terhadap pengalaman baru, kecenderungan untuk tunduk pada orang lain, dan kemampuan individu dalam berorganisasi.

DISC ( Dominance, Influence, Steadiness, Complience)
Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian, pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara profesional maupun secara personal. Seperti umumnya alat-alat tes sejenis (termasuk IQ tes), DISC pertama kali digunakan untuk kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan rekrutmen yang lebih umum.

1.   Manfaat DISC :
§  Memberikan pemahaman tentang diri seseorang terkait dengan kelebihan dan kekurangan dirinya (secara garis besar untuk memahami tipe kepribadian).
§  Perencanaan masa depan yang lebih baik.
§  Penempatan yang sesuai dengan keunikan seseorang.

EPPS (Edward Personality Preference Schedule)
merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. Edward menyiapkan beberapa butir soal sesuai dengan kebutuhan itu. Tes ini biasanya digunakan orang-orang yang akan memasuki dunia pekerjaan. EPPS umumnya dikategorikan sebagai power tes yaitu tes yang tidak dibatasi waktu dalam pengerjaannya. Jadi, penekanannya pada penyelesaian tugas bukan waktunya. Dalam mengerjakan tes EPPS semua item harus dijawab, apabila ada satu item saja yang terlewatkan maka interpretasi secara akurat tidak dapat dilakukan. Tes EPPS dapat diberikan secara individual maupun klasikal. Latar belakang awalnya adalah untuk konseling dan orientasinya adalah untuk orang-orang yang normal (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).

EPPS (Edward Personality Preference Schedule)
EPPS merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. Edward menyiapkan beberapa butir soal sesuai dengan kebutuhan itu. Tes ini biasanya digunakan orang-orang yang akan memasuki dunia pekerjaan. EPPS umumnya dikategorikan sebagai power tes yaitu tes yang tidak dibatasi waktu dalam pengerjaannya. Jadi, penekanannya pada penyelesaian tugas bukan waktunya. Dalam mengerjakan tes EPPS semua item harus dijawab, apabila ada satu item saja yang terlewatkan maka interpretasi secara akurat tidak dapat dilakukan. Tes EPPS dapat diberikan secara individual maupun klasikal. Latar belakang awalnya adalah untuk konseling dan orientasinya adalah untuk orang-orang yang normal (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).
Tujuan Tes EPPS
Tes EPPS bertujuan untuk mengungkap 15 need yang ada pada diri seseorang. Bentuk tes EPPS berupa pasangan-pasangan pernyataan berjumlah 225 pasang. Tugas subyek adalah memilih satu pernyataan dari pasangan-pasangan pernyataan yang disajikan yang cocok atau sesuai dengan dirinya. Dari 225 pasang pernyataan ada 15 pasang yang sama. Tujuannya adalah untuk mengetahui kesungguhan atau konsistensi subyek dalam mengerjakan tes. Apabila konsisten dapat dikatakan bahwa subyek bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tes dan menjadi valid untuk diskor. Standar konsistensi pengerjaan EPPS adalah 14, namun di Indonesia konsistensi 9 sudah dapat dikatakan valid untuk diskor (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).

MBTI
Tes MBTI adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya. Tes ini dikembangkan oleh Katherine Cook Brigss dan putrinya, Isabel Brigss Myers. Mereka mengembangkan tes ini sejak perang dunia II (1939-1945). Mereka percaya bahwa pengetahuan akan kepribadian dapat membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja di bidang industri. Tes MBTI bertujuan secara khusus untuk mengklasifikasikan orang-orang menurut tipe-tipe kepribadian yang spesifik yang kini menjadi rujukan bagi berbagai organisasi dalam melakukan tes bagi pesertanya. Kuesioner ini didasarkan pada empat skala, yang menghasilkan enam belas kemungkinan kombinasi atau tipe-tipe kepribadian yang luas. MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan. Masing-masing memiliki sisi positif dan sisi negatif.
ini lah yang dapat penulis sampaikan mengenai pengantar psikodiagnostik, semoga dapat memberi manfaat kepada banyak orang.


Popular Posts

FanPage

Jangan Lupa Like ya
×