Sunday, March 17, 2013

Origin of Life

"Dia Mengeluarkan yang hidup dari yang mati 
dan yang mati dari yang hidup"
 (Q.S 5.6.95 dan Q.S. 30.19)

Kira-kira seabad lebih lalu, persoalan bagaimana hidup yang pertama muncul di atas panet bumi kita, yang sangat menarik perhatian orang, menemui jalan buntu jalan yang tidak ada akhirnya sama sekali jawaban yang terakhir yang diterima dari ribuan, jutaan, miliaran ilmuan dan peneliti adalah tetap sama " we fail" it's a complicated", "nothing", "ini terlalu sukar untuk bisa kita pecahkan". dari detik, menit, jam, dan hari hanya itulah jawaban yang sering dilontarkan oleh para ilmuan dan peneliti dalam hal mencari kebenaran "bagaimana kehidupan ini muncul" tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan berputarnya bumi pada porosnya kegagalan dan kesalahan itu berangsur-anggsur mengarah pada suatu tingkat dimana sampai saat ini terdapat 2 jawaban ; 1. hidup ini diciptakan oleh sang maha pencipta ("supernatural"). 2. bahwa hidup itu timbul terus menerus  dari benda mati. untuk sementara ini hanya 2 jawaban itu yang para ilmuan dan peneliti bisa dapatkan dan mreka temui karna menemui jalan buntu yang tiada ada petunjuk dan bukti yang bisa dianggap ilmiah mempokuskan persolan tersebut sebagai jawaban dari pertanyaan bagaimana hidup yang pertama ini muncul???.

diabad ke 21 ini banyak sekale penemuan baru dalam bidang kimia, fisika dan biologi , tidak mengherankan bila persoalan asal-usul hidup yang selama ini dihibernasikan menjadi hangat kembali. para akhi seolah-olah terangsang dan tertarik pendapat kegairahan, untuk meneliti dan mengupas masalah  masalah munculnya hidup yang pertama secara ilmiah dan menganggapnya sebagai kenyataan dari tata hukum alam. misalnya A.I Opirin, seorang akhli biokimia Rusia, menerbitkan buku nya The Origin of Life . meskipun banyak kekurangannya , tetapi teori beliau lah yang dijadikan dasar (reference) oleh para akhli berikutnya.

usaha untuk mengetahui bagai mana hidup muncul, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan ilmiah yang beraneka ragam warna dan sangat luas. tiap pertanyaan membutuhkan jawaban , tiap jawaban membutuhkan data dan tiap data membutuhkan penelitian. maka muncullah ilmu dengan segala macam cabangna, yang  selama ini masih gelap dan ditengah tengah kegiatan itulah terdapat harapan, bukan hanya keterangan tentang masalah besar tapi , bila seandainya ada , keterangan itu harus bisa dibuktikan. artinya bila akhirnya kita tahu bagaimana hidup itu muncul dari materi, maka kita harus mampu membuatnya meski yang paling sederhana sekalipun, asak saja bisa dianggap bahwa itu hidup dan mempunyai ciri-ciri kehidupan (organisma).

seperti ssudah disebutkan diatas, slah satu jawaban ialah bahwa hidup itu diciptakan. bagi ahli-ahli biologi (muslim dan non muslim ), hal ini tidak bisa diterima begitu saja karna tidak ada keterangan secara terperinci dan detail berikut bukti-bukti langkah-langkah cara-cara bagaimana diciptakannya itu, andai kata ada sudah pasti para ahli-ahli biologi itu beriman dan bersujud kepada sang arsitek yang maha agung dan maha mengetahui (Alloh S.W.T), lagipula istilah " diciptakan" oleh ahli biologi dianggap mengacaukan antara alam dan teknologi. manusia bisa membuat barang-barang dan diterima saja bahwa apa-apa yang tidak dibuat manusia itu tentu dibuat (diciptakan) oleh superhuman.

kemudian dalam masyarakat manusia muncul pribadi-pribadi yang suka memperhatikan kejadian-kejadian alam dan arah pandangannya cenderung ke arah pandangan naturalistis tentunya. orang lain hanya tinggal menerima saja pendapat seseorang yang dianggap tahu dan faham akan hal-hal itu. misal, bahwa makhul hidup organisma muncul secara teratur dan terus menerus dari materi; seperti cacing muncul dari tanah, belatung (larva) berasal dari daging busuk dan bayi berasal dari darah haid yang diaktifkan, pendapat inilah yang dikenal dengan nama "generasi spontan" dan sedikit sekali ahli-ahli yang  meragukannya. Aristoteles, Newton, W. Harvey, Descrates, Van helmont misalnya yang menerima pendapat ini tanpa komentar.

tetapi sedikit demi sedikikit, dibutuhkan hampir 2 abad lamanya akhirnya pendapat itu bisa dimentahkan dan dipatahkan , mula-mula F. Redi , sang akhli dari italia  menempatkan dagi di bawah kasa. sehingga tidak dihinggapi lalat, maka ketika daging itu membusuk belatung tidak muncul. kemudian L. spallazani, juga dari dari italia membuktikan bahwa agar yang tertutup rapat dari udara luar waktu dipanaskan, tidak ditumbuhi mikroorganisme dan tidak menjadi busuk. lalu munculah teori atau pendapat baru bahwa semua yang hidup itu berasal dari yahg hidup sebelumnya ; "Omne vivum ex vivo". 

itulah cerita yang kita dengar pada permulaan ketika kita mengikuti ceramah dan kuliah biologi. suatu cerita yang seolah-olah kemenangan akal terhadap tahayul (dogma). tetapi ilmu pemgetahuan berkembang terus dengan landasan teori baru ini. sampai pada suatu ketika timbulah keraguan baru di hati  dikalangan para ahli dan ilmuan" kalau semua berasal dari yang hidup ini dari manakah asal kehidupan yang pertama? kalo A berasala dari B dan B berasal dari C.....Y berasal dari Z, maka Z itu berasal dari mana?.



 



Popular Posts

FanPage

Jangan Lupa Like ya
×