Sunday, January 6, 2019

macam-macam tes psikologi


Pada Postingan kali ini saya akan membagikan macam-macam tes psikologi 



Macam-Macam Tes psikologi


Tes Intelegensi
Tes intelegensi adalah suatu tes intelegensi yang terdiri atas dua seri dengan kesulitan bertingkat yang telah dilakukan pada suatu sampel yang representatif. 
Ada dua jenis tes intelegensi :

1.  Psycometric intrument yaitu tes-tes yang mengkualifikasikan atribut-atribut psikologi, seperti kepribadian dan kemampuan intelektual.
2.  Intelegence test adalah alat ukur yang didesign untuk mengumpulkan data tingkat kemampuan kognitif individu untuk membandingkan orang-orang yang ada di populasinya.

Macam-Macam Test

1.  IST
Fungsi dan Tujuan:
Menggambarkan pola kerja tertentu
Memahami diri dan pengembangan pribadi
Merencanakan pendidikan dan karir
Membantu pengambilan keputusan dalam hidup individu
Subtes-subtes dalam IST
§  SE :Melengkapi kalimat
§  WA : kalimat
§  AN : Persamaan kata
§  GE :Sifat yang dimiliki bersama
§  RA : Berhitung
§  ZR :Deret angka
§  FA : bentuk
§  WU : Latihan balok
ME : Latihan simbol

CFIT
CFIT mengukur Intelegensi individu dalam suatu cara yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh percakapan verbal, iklim budaya, tingkat pendidikan (Cattel dalam Kumara, 1989).
Tes ini dipergunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan faktor kemampuan mental umum/kecerdasan.
1.   Skala 1: Usia 4-8 tahun dan orang dengan RM
2.   Skala 2: Usia 8-15 tahun untuk orang Dewasa dengan kecerdasan di bawah normal
3.   Skala 3: Usia >15 tahun untuk usia sekolah lanjut atas dan orang dewasa dengan kecerdasan tinggi

STM
Merupakan salah satu contoh bentuk skala intelegensi yang dapat diberikan secara individual maupun kelompok.

WAIS
WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale-Revised) mengukur 2 aspek kemampuan potensial subyek yaitu aspek verbal dan aspek performance.

WISC
WISC (The Wechsler Intelligence Scale for Children) terdiri dari 2 skala dari 12 subtes yaitu:

Skala Verbal, terdiri dari:
1.   Informasi
2.   Komprehensi
3.   Aritmatik
4.   Kesamaan
5.   Kosakata
6.   Rentang Angka

Skala Performansi, terdiri dari:
1.   Kelengkapan Gambar
2.   Susunan Gambar
3.   Rancangan Blok
4.   Perakitan Objek
5.   Coding (Sandi)
6.   Mazes (Taman Sesat)

Tes kemampuan kerja
Tes kraepelin
Tes Kreapelin merupakan hasil dari ciptaan Emilie Kraepelin dia adalah seorang Psikiater dari Jerman, adapun proses pembuatannya dari tahum 1856-1926. Alat ini dapat tercipta atas dasar pemikiran dari faktor-faktor yang merupakan kekhasan dari sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku.
tujuan dari tes Kraepelin sebenarnya adalah digunakan untuk menentukan seperti apa tipe performance seseorang, misalnya hasil penjualan yang rendah, dapat menggindikasi daya gejala depresi mental.
Selain itu tes Kraepelin juga dapat digunakan untuk mengukur seberapa maximum performance dari seseorang.

Faktor kecepatan (speed factor) dimana dalam faktor kecepatan ini ditunjukan pada beberapa prestasi yang dicapai seseorang atau teste saat mengerjakan tes. Apabila hasil yang diperoleh oleh teste tinggi maka arah karir yang cocok adalah bekerja di bidang perkantoran. Seperti pekerjan yang berhubungan dengan pembuatan jadwal, grafik, dan chart.

Faktor ketelitian (accuracy factor) Faktor ini ditunjukkan pada berapa kesalahan (salah maupun terloncat) yang diperbuat dalam pengerjaan tes. Jika teste mendapatkan jumlah kesalahan sedikit maka teste tersebut dapat dikategorikan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi,adapun arah karir yang cocok untuk katagori ini yaitu bekerja pada bidang manajemen, akutansi, perpajakan, statistika, dan matematika.

Faktor keajegan (rithme factor) faktor keajegan ditunjukkan pada irama kerja seseorang dalam mengerjakan tes. Untuk mengetahui keajegan atau sering disebut dengan kestabilan seseorang maka dengan cara menskor deret tertinggi dikerjakan dikurangi deret terendah yang dikerjakan. Jika hasil yang di peroleh teste tinggi, maka dapa ditentukan arah karir yang cocok yaitu sebagai direktur atau pimpinan perusahaan.

Faktor ketahanan (ausdeur factor) dimana dalam faktor ini dapat ditunjukkan oleh garis ausdaner dalam mengerjakan tes. Menganalisis dari bentuk grafik yang dikerjakan oleh teste tersebut.

 Tes pauli
Aspek kepribadian yang diukur dalam tes Pauli antara lain:
§  Kekuatan kemauan
§  Daya tahan dan keuletan
§  Ketekunan dan konsentrasi
§  Daya penyesuaian
§  Vitalitas/energi (dengan asumsi, energi = prestasi)
§  Kecermatan dan ketelitian
§  Stabilitas emosi
§  Sikap terhadap tugas, sikap dalam menghadapi tantangan, dan cara mengendalikan diri.

Administrasi
Alat dan prosedur pelaksanaan tes: Menyiapkan stopwatch yang siap pakai, menuliskan contoh Pauli di papan tulis, membagikan lembar tes Pauli dengan isian untuk nomor, nama, dan sebagainya terletak di sebelah atas, membagikan pensil (disarankan ada cadangan), intruksi.
skoring

Perlengkapan yang harus disiapkan: Pensil, ballpoint dengan tinta merah, hijau, dan biru (yang ujungnya runcing), kalkulator, penggaris Pauli dan penggaris biasa.

Yang harus diperhatikan pada waktu skoring: Lajur yang dilongkap, jika ada dicoret dengan tinta merah, cek jumlah garis, garis harus berjumlah 20 buah, cek kesalahan, jika ada kesalahan dalam penjumlahan beri tanda “silang” dengan tinta warna merah, cek pembetulan, jika ada beri tanda “+” dengan tinta warna hijau, cek penjumlahan yang terlewat, jika ada beri tanda “<” dengan tinta warna biru.
Tes evaluasi belajar

Fungsi Evaluasi:
1.   Evaluasi sebagai alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pengajaran
2.   Evaluasi sebagai dasar untuk menentukan nilai atau tingkat keberhasilan belajar siswa
3.   Evaluasi sebagai alat untuk memotivasi belajar siswa
4.   Evaluasi sebagai alat untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa
5.   Evaluasi sebagai balikan bagi guru dan sekolah untuk mengembangkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran

Jenis Evaluasi:
1.   Evaluasi penempatan: untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat
2.   Evaluasi psikodiagnostik: untuk mengenal latar belakang siswa yang mengalami kesulitan belajar
3.   Evaluasi formatif: untuk memberikan balikan
4.   Evaluasi sumatif: untuk memberikan nilai kemajuan dan keberhasilan siswa.

Teknik evaluasi

Teknik tes: Individu yang dievaluasi (testee) akan mengalami perlakuan yang sama, dalam hal perintah, bentuk tugas, dan waktu yang diperlukan untuk mengerjakan evaluasi tugas. Sehingga, individu yang dites tersebut akan memiliki skor tertentu yang dapat dijadikan sebagai gambaran atas apa yang telah dievaluasi.

Teknik non tes: Teknik non tes ini bisa digunakan untuk menilai psikomotorik dan afektif dari peserta didik, bukan aspek kognitifnya. Berbagai macam teknik non-tes. Pengamatan atau observasi, skala penilaian dan sikap, interview, studi kasus, angket atau kuesioner portofolio, dokumentasi, riwayat hidup.

TEA GRAFIS
WZT / WARTEGG
Sebuah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda pula sesuai dengan kepribadian seseorang.
Tujuan tes ini untuk mengeksplorasi struktur kepribadian dari fungsi dasarnya (emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol, dan fungsi realita), sejauhmana masalah-masalah yang ada “meluas” dalam diri individu dan melihat abnormalitas manusia

DAM
Tes Menggambar Orang dilaksanakan secara individual. Biasanya digunakan untuk keperluan seleksi, adakalanya tes ini dilaksanakan secara klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan)  dan jika testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit” (dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus.

Peran DAM
§  Industri dan Organisasi: Digunakan sebagai bagian dari tes potensi (psikotes) dalam seleksi karyawan untuk membuat profil kompetensi, maka metode Assesment Center masih dapat digunakan. Tes gambar orang ini akan menjadi pelengkap yang penting dalam memberikan informasi mengenai individu.
§  Militer : seleksi, klinis, diagnosa, dll
§  TK : dapat melihat kesiapan anak untuk sekolah
§  SMA : Penjurusan
§  Kuliah : seleksi, kesesuaian minat dan bakat.
§  Psikolog : Diagnosa gangguan kepribadian > kebutuhan terapi

BAUM
Tes menggambar pohon (The Tree Test/Baum Test) bisa dilaksanakan secara individual maupun klasikal. Untuk keperluan pemeriksaan klinis, tes ini dilakukan “work limit” (tanpa batas waktu pengerjaan) dan jika testee menghendaki, ia diperkenankan menggunakan penghapus. Sebaliknya, untuk keperluan pemeriksaan non klinis, adakalanya tes ini dilakukan “time limit” (dibatasi waktu pengerjaannya) yaitu 10 menit dan testee tidak diperkenankan menggunakan penghapus

Peran test BAUM
Metode untuk melihat karakter/kepribadian manusia. Pohon yang dianalogikan sebagai manusia yang tumbuh berkembang memberikan simbol-simbol yang dapat diintepretasikan dan menjadi gambaran individu itu sendiri. Para psikolog di Indonesia masih menggunakan metode ini sebagai salah satu alat bantu untuk membangun profil individu.
  
HOUSE-TREE-PERSON TEST
Tes House Tree Person Drawings (H-T-P) atau tes Gambar Rumah Pohon Orang ini merupakan tes yang dikembangkan oleh John Buck. Ia merasa bahwa kreativitas merepresentasikan karakteristik kepribadian yang disalurkan melalui seni grafis. Buck percaya bahwa dengan gambar, subjek dapat mengeluarkan kesulitan alam bawah sadarnya melalui sketsa dari gambaran proses primer.

Grafologi
Grafologi berasal dari kata graphos yang berarti coretan atau tulisan dan logos yang berarti ilmu. Jadi grafologi adalah ilmu yang mampu menginterpretasikan karakter seseorang melalui tulisannya. Grafologi ini sudah ada sejak zaman kuno.
Tujuan dari tes ini yaitu untuk mengetahui untuk mengungkapkan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisannya. Dengan grafologi kita dapat mengetahui motivasi diri, kestabilan emosi, keadaan mental, minat dan bakat, kecenderungan intelektual bahkan kekuatan dan kelemahan diri.

Dragon test
Tes yang dikembangkan oleh J.D Lammerts Van Beuren-Smith, tes ini dieruntukkan untuk anak-anak.
Matahari          : ayah
Rumah             : ibu
Pohon              : anak
Naga                : kemarahan, oposisi, energi libido,  kekuatan, kehendak, dinamika anak
Kolam              : emosi, perasaan, sensitivitas

Test proyektif
Test Proyektif muncul karena adanya protes terhadap teori atau aliran lama yang kebanyakan bersifat structuralism, behaviorism, yang kebanyakan memandang individu bukan suatu whole tetapi sebagai suatu kumpulan dari berbagai aspek.
Aspek psikologis manusia yang tidak disadari sulit diungkap dalam kondisi wajar (sukar diungkap melalui self report, inventory). Jadi dalam pendekatan proyektif diperlukan instrument khusus yang dapat mengungkap aspek-aspek ketidaksadaran manusia — teknik proyektif ini kemungkinan subjek mau merespon, walaupun teknik proyektif mempunyai arti interpretatif. Teknik ini pendekatannya menyeluruh (global approach).

TAT
Thematic Apperception Test atau yang disingkat menjadi (TAT) adalah sebuah alat bantu untuk mengukur aspek kepribadian individu. Dengan berbagai macam perhitungan, kita bisa mengetahui alat ukur yang digunakan untuk menghitung, bahkan mampu menarik sebuah kesimpulan, dalam menentukan kepribadian dan kognitif seseorang secara umum. Metode dengan menggunakan kartu bergambar seukuran 4 X 6 inchi. Diberikan masing-masing, pria dan wanita, 5 jenis kartu yang berbeda dan 1 kartu kosong.
TAT didasarkan pada teori kebutuhan Murray yang melihat bahwa perilaku manusia didorong oleh motivasi internal dan eksternal, sedangkan lingkungan dipandang sebagai press (tekanan) yang mempengaruhi dorongan tersebut. Keduanya akan membentuk suatu interaksi antara kebutuhan dan lingkungan yang disebut sebagai tema. Kesatuan tema merupakan kesatuan interaksi itu yang terbentuk sejak zaman kanak-kanak tanpa disadari, dan ini merupakan kunci dari suatu perilaku unik (khas) seseorang.


TEST INVENTORY
PAPI (The Personality Preference Inventory)
PAPI merupakan sebuah alat ukur yang memeriksa gaya kerja yang sangat populer dan digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di lebih 50 negara. PAPI dirancang oleh Dr. Max Martin Kostick di tahun 1960-an. Beliau bekerja di Universitas Boston, Amerika. Tes PAPI pertama kali digunakan oleh konsultan manajemen PA consulting group pada tahun 1966. PA memiliki hak ekskudif untuk memasarkan tester tersebut ke seluruh dunia pada tahun1979, dan banyak perusahaan yang menggunakan dengan lisensi dibawah naungan PA.
Tujuan Tes PAPI
Tes ini merupakan pemeriksaan yang khusus berkaitan dengan kerja , tes ini berusaha untuk menjelaskan serta menjawab pertanyaan terkait permasalahan kepribadian inheren. Gaya bekerja seseorang dan melihat kemampuan seseorang dalam mengatasi dinamika dalam kelompok, terutama karyawan dalam perusahaan.

NEO-PI-R (NEO-Personality Inventory Revised)
NEO-PI-R adalah sebuah alat ukur yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae dengan cara menggunakan kuisioner yang dirancang untuk mengukur Big Five Traits. Mereka membedakan masing-masing dari kelima dimensi kepribadian tersebut dengan mengembangkan enam facet yang sifatnya lebih spesifik. Setiap facet diukur oleh 8 item, maka NEO-PI-R terdiri dari 240 item (5 faktor x 6 facet x 8 item). Kelebihan dari alat ukur NEO-PI-R yaitu sifatnya yang cross cultural sehingga memudahkan untuk mereplikasi jika terdapat budaya-budaya yang berbeda-beda

Tujuan NEO PI-R
Tujuan tes ini adalah untuk mengukur kecenderungan emosi, hubungan interpersonal, keterbukaan terhadap pengalaman baru, kecenderungan untuk tunduk pada orang lain, dan kemampuan individu dalam berorganisasi.

DISC ( Dominance, Influence, Steadiness, Complience)
Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian, pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara profesional maupun secara personal. Seperti umumnya alat-alat tes sejenis (termasuk IQ tes), DISC pertama kali digunakan untuk kepentingan militer dan secara luas digunakan sebagai bagian dalam proses penerimaan tentara AS pada tahun-tahun menjelang Perang Dunia II. Setelah keandalannya terbukti, kemudian DISC secara bertahap dipakai untuk kepentingan rekrutmen yang lebih umum.

1.   Manfaat DISC :
§  Memberikan pemahaman tentang diri seseorang terkait dengan kelebihan dan kekurangan dirinya (secara garis besar untuk memahami tipe kepribadian).
§  Perencanaan masa depan yang lebih baik.
§  Penempatan yang sesuai dengan keunikan seseorang.

EPPS (Edward Personality Preference Schedule)
merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. Edward menyiapkan beberapa butir soal sesuai dengan kebutuhan itu. Tes ini biasanya digunakan orang-orang yang akan memasuki dunia pekerjaan. EPPS umumnya dikategorikan sebagai power tes yaitu tes yang tidak dibatasi waktu dalam pengerjaannya. Jadi, penekanannya pada penyelesaian tugas bukan waktunya. Dalam mengerjakan tes EPPS semua item harus dijawab, apabila ada satu item saja yang terlewatkan maka interpretasi secara akurat tidak dapat dilakukan. Tes EPPS dapat diberikan secara individual maupun klasikal. Latar belakang awalnya adalah untuk konseling dan orientasinya adalah untuk orang-orang yang normal (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).

EPPS (Edward Personality Preference Schedule)
EPPS merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencakup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. Edward menyiapkan beberapa butir soal sesuai dengan kebutuhan itu. Tes ini biasanya digunakan orang-orang yang akan memasuki dunia pekerjaan. EPPS umumnya dikategorikan sebagai power tes yaitu tes yang tidak dibatasi waktu dalam pengerjaannya. Jadi, penekanannya pada penyelesaian tugas bukan waktunya. Dalam mengerjakan tes EPPS semua item harus dijawab, apabila ada satu item saja yang terlewatkan maka interpretasi secara akurat tidak dapat dilakukan. Tes EPPS dapat diberikan secara individual maupun klasikal. Latar belakang awalnya adalah untuk konseling dan orientasinya adalah untuk orang-orang yang normal (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).
Tujuan Tes EPPS
Tes EPPS bertujuan untuk mengungkap 15 need yang ada pada diri seseorang. Bentuk tes EPPS berupa pasangan-pasangan pernyataan berjumlah 225 pasang. Tugas subyek adalah memilih satu pernyataan dari pasangan-pasangan pernyataan yang disajikan yang cocok atau sesuai dengan dirinya. Dari 225 pasang pernyataan ada 15 pasang yang sama. Tujuannya adalah untuk mengetahui kesungguhan atau konsistensi subyek dalam mengerjakan tes. Apabila konsisten dapat dikatakan bahwa subyek bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tes dan menjadi valid untuk diskor. Standar konsistensi pengerjaan EPPS adalah 14, namun di Indonesia konsistensi 9 sudah dapat dikatakan valid untuk diskor (Karmiyati & Suryaningrum, 2005).

MBTI
Tes MBTI adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya. Tes ini dikembangkan oleh Katherine Cook Brigss dan putrinya, Isabel Brigss Myers. Mereka mengembangkan tes ini sejak perang dunia II (1939-1945). Mereka percaya bahwa pengetahuan akan kepribadian dapat membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja di bidang industri. Tes MBTI bertujuan secara khusus untuk mengklasifikasikan orang-orang menurut tipe-tipe kepribadian yang spesifik yang kini menjadi rujukan bagi berbagai organisasi dalam melakukan tes bagi pesertanya. Kuesioner ini didasarkan pada empat skala, yang menghasilkan enam belas kemungkinan kombinasi atau tipe-tipe kepribadian yang luas. MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan. Masing-masing memiliki sisi positif dan sisi negatif.
ini lah yang dapat penulis sampaikan mengenai pengantar psikodiagnostik, semoga dapat memberi manfaat kepada banyak orang.


No comments:

Post a Comment

Popular Posts

FanPage

Jangan Lupa Like ya
×