"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
Alhamdulillah, washshalatu wassalamu'ala Rasulillah, Wa'ala alihi wa shahbihi wa man wallah
Sebenarnya segala kenikmatan yang oleh tuhan dikaruniakan kepada umat manusia, baik yang berupa kenikmatan materi (kebendaan) serta kenikmatan rohaniah (kesucian jiwa), itu kita kembalikan saja pada para pahlawan yang secara gagah perkasa sekali telah berjuang menegakan kebenaran dan keadilan, sebab mereka itulah yang nyata-nyata telah melaksanakannya. Pahlawan-pahlawan itu hatinya telah dipenuhi dengan keimanan, jiwanya diisi padat-padat dengan keyakinan, malahan mereka gemar melibatkan dirinya dalam berbagai perjuangan, baik perjuangan terhadap nafsu ataupun terhadap musuh-musuh yang sesungguhnya. disamping itu mereka tidak henti-hentinya memberikan pengorbanan-pengorbanan untuk membela yang haq dan benar, serta untuk mencapai taraf hidup yang baik dan layak setapak demi setapak maju kemuka melawan semua ketidak adilan dan kerusakan yang telah ditimbulkan oleh para pembangkang dan pemberontak Tuhan Semesta alam.
sementara itu para pembangkang dan pemberontak sudah merayap dan merasuk ke segenap penjuru dari seluruh bidang kehidupan. sehingga kesannya amat terasa sekali dalam akal dan jiwa begitupun terhadap alam semesta . sampai-sampai setiap hari setiap detik dan setiap tarikan napas berita-berita tentang kerusakan dan kehancuran akal, jiwa dan alam semesta sudah seperti oxigen yang kita hirup begitu kita dengar kerusakan dan kehancuran yang belum juga terselesaikan , belum beres di perbaiki sudah muncul lagi kerusakan dan kehancuran yang lain, dengan ritme n frequency yang begitu cepatnya apakah mungkin para para pahlawan penegak kebenaran itu bisa berhadapan dengan para pemberontak dan perusak yang kekuatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin hari semakin terbarukan, efektif dan efisien yang terus mendesak mereka. sampai-sampai para pahlawan itu harus bersembunyi dan bersemayam di tempat-tempat yang tidak bisa kita temukan, sehingga muncul sebuah pertanyaan yang di pertanyakan oleh orang-orang yang mengharapkan kebaikan dan perbaikan. "apakah masih ada para pahlawan-pahlawan itu?, pahlawan yang berani menegakan kebenaran dan memperbaiki semua kekacauan-kekacauan ini ". sbuah pertanyaan yang gelap dan tidak berujung ,
mungkin di dalam ruangan yang gelap dan tidak berujung itu ada jawaban tentang keberadaan para pahlawan itu?, apakah para pahlawan itu suka kegelapan? ataukah mungkin pahlawan itu adalah sebuah cahaya? Alloh Berfirman:
Orang yang berada dalam kegelapan adalah orang yang jahil, bodoh,
tidak berilmu, hidupnya terasa sempit, kacau penuh carut marut dan
berbagai kesulitan dan kesengsaraan. Sebaliknya orang yang berada pada
tempat yang terang adalah orang yang berilmu, hidup sejahtera, aman
nyaman dan tentram penuh dengan berkah dan rahmat Allah. Dalam surat
Fathir diatas disebutkan bahwa orang yang berada ditempat gelap
diumpamakan seperti orang yang buta dan berada pada tempat yang amat
panas.Sedangkan orang yang berada pada tempat terang seperti orang yang
melihat dan berada pada tempat yang teduh dan sejuk, tentu saja tidak
sama keadaan kedua orang tersebut.
Orang beriman adalah orang yang berada dalam naungan cahaya Allah, wajah dan hatinya diliputi cahaya yang dapat dirasakan oleh orang disekitarnya. Kata katanya menentramkan dan menyejukan hati, perilaku dan ahlaknya menyenangkan orang disekitarnya. Dimanapun ia berada selalu mendatangkan kedamaian dan ketenangan. Orang yang peka dan terang hatinya dapat melihat cahaya yang terpancar dari wajah orang Mukmin ini.
Sebaliknya orang yang tidak beriman pada Allah berada dalam kegelapan. Wajah dan hatinya diliputi kegelapan diatas kegelapan. Kata katanya menyakitkan hati, perilaku dan ahlaknya menimbulkan keresahan bagi orang disekitarnya. Hidupnya penuh kebohongan dan tipuan, kesana kemari mengumbar syahwat dan kesenangan fatamorgana. Orang yang mengikutinya sering terjebak kesenangan semu, yang berakhir dengan kesengsaraan dan derita. Orang yang peka dan terang hatinya dapat melihat kegelapan wajah orang ini.
Tanda tanda orang beriman yang bermandikan dan berselimut cahaya itu adalah mereka yang disebutkan dalam surat An Nur ayat 36:
nah dari penjelasan di atas sudah jelas bukan bahwa yang namanya para
pahlawan itu adalah mereka yang membawa cahaya dari sang pencipta dan Mereka tidak dilalaikan oleh perniagaan dan urusan dunia dalam berzikir
mengingat Allah, mengerjakan shalat, menunaikan zakat, dan mereka takut
akan datangnya suatau hari yang hati dan penglihatan manusia bergoncang
(kiamat). Mereka selalu bertasbih mensucikan dan menganggungkan
kebesaran Allah dimasjid masjid pada waktu pagi dan petang hari.
demikian tulisan ini saya sampaikan , semoga bisa menjadi bahan pertimbangan dan reference buat kita dalam melaksanakan amanah yang telah dititipkan.
mungkin di dalam ruangan yang gelap dan tidak berujung itu ada jawaban tentang keberadaan para pahlawan itu?, apakah para pahlawan itu suka kegelapan? ataukah mungkin pahlawan itu adalah sebuah cahaya? Alloh Berfirman:
Allah (Pemberi)
cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah
seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita
besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang
bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon
yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur
(sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja)
hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas
cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang
dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi
manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An Nur 35)
ketika kita baca ayat diatas apakah mungkin yang disebut para pahlawan-pahlawan itu adalah cahaya, atau dalam kata lain mreka adalah orang-orang yang dibekali cahaya. dan para pemberontak dan pengrusak itu adalah merka yang tidak dibekali cahaya atau gelap Terang dan gelap adalah dua keadaan yang jauh berbeda. Tidak sama
keadaan orang yang berada ditempat terang dengan orang yang berada di
tempat gelap. Allah telah mengingatkan hal ini didalam surat Fathir ayat
19 – 21 :
Dan tidaklah
sama orang yang buta dengan orang yang melihat. 20.dan tidak (pula)
sama gelap gulita dengan cahaya ,21. dan tidak (pula) sama yang teduh
dengan yang panas, (Fathir 19-21)
Orang beriman adalah orang yang berada dalam naungan cahaya Allah, wajah dan hatinya diliputi cahaya yang dapat dirasakan oleh orang disekitarnya. Kata katanya menentramkan dan menyejukan hati, perilaku dan ahlaknya menyenangkan orang disekitarnya. Dimanapun ia berada selalu mendatangkan kedamaian dan ketenangan. Orang yang peka dan terang hatinya dapat melihat cahaya yang terpancar dari wajah orang Mukmin ini.
Sebaliknya orang yang tidak beriman pada Allah berada dalam kegelapan. Wajah dan hatinya diliputi kegelapan diatas kegelapan. Kata katanya menyakitkan hati, perilaku dan ahlaknya menimbulkan keresahan bagi orang disekitarnya. Hidupnya penuh kebohongan dan tipuan, kesana kemari mengumbar syahwat dan kesenangan fatamorgana. Orang yang mengikutinya sering terjebak kesenangan semu, yang berakhir dengan kesengsaraan dan derita. Orang yang peka dan terang hatinya dapat melihat kegelapan wajah orang ini.
Tanda tanda orang beriman yang bermandikan dan berselimut cahaya itu adalah mereka yang disebutkan dalam surat An Nur ayat 36:
36. Bertasbih kepada
Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan
disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, 37.
laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh
jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan
(dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari
itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (An Nur 36-37)
demikian tulisan ini saya sampaikan , semoga bisa menjadi bahan pertimbangan dan reference buat kita dalam melaksanakan amanah yang telah dititipkan.